Tips Membangun Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah



Setiap Insan, Allah sudah menjadikan ia berpasang-pasangan dan setiap pasangan pasti berkeinginan untuk memiliki rumah tangga atau keluarga Yang aman, tentram dan damai dengan kata lain Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah.
Allah SWT juga Berfirman :

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

“Dan Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ? ” [An Nahl:72].
Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah adalah merupakan sebuah istilah sekaligus juga sebagai doa yang acap kali diharapkan dan dipanjatkan oleh para muslim dalam membina keluarga atau Rumah Tangganya. Membangun Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah tentu bukanlah sekedar semboyan belaka dalam aturan dan ajaran islam. Hal ini justru sudah menjadi pokok utama dalam sebuah pernikahan, serta sekaligus menggapai nikmat yang Allah berikan bagi mereka yang mampu membina keluarganya menuju Sakinah Mawadah Warahmah.
Karakteristik keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah tersebut menjadi keluarga yang penuh dengan cinta, berkah, dan rahmat-Nya. Oleh Karena itu kali ini MutiaraPublic akan memberikan seputar Tips Membangun Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah, Berikut beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan Keluarga yang sakinah Mawaddah Warahmah Tersebut :

1. Bersyukur

Kehidupan rumah tangga atau keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah dapat dicapai dengan cara kita senantiasa selalu Bersyukur kepada Allah SWT, Bersyukur atas segala nikmat dan karunia-Nya. Bersyukur atas segala pemberian rezeki-Nya yang kita dapati dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang terpenting kita tidak lupa untuk selalu membelanjakan rezeki-rezeki tersebut ke jalan yang benar dan Diridhoi Allah SWT. Dengan menyisihkan sebagian uang dalam berShadaqah, menyantuni anak yatim dan fakir miskin. Sungguh Allah SWT akan selalu melimpahkan rezekiNya kepada mereka yang senang berbagi. Dan Insyaallah, Allah akan menjadikan mereka Keluarga Sakinah Mawaddah Wa-Rahmah.

2. Tanamkan Selalu Cinta dan Kasih Sayang

Belajar dari cara baginda Rasulullah SAW yang selalu menyertakan cinta dan kasih sayang beliau kepada istri dan juga anak-anak beliau. Keluarga sakinah Mawaddah Warahmah selalu dilandasi dengan cinta dan kasih sayang yang tak kan pernah lekang oleh waktu. Memang dalam keluarga pasti ada pro dan kontra tapi itu hanya sebagai bumbu pemanis saja dalam keluarga, dan hal itu tidak mengurangi sedikitpun cinta dan kasih sayangnya, sehingga tercipta win-win solusi yang baik, damai dan indah.

3. Suami yang selalu dan Senantiasa Membimbing Istri

Terbentuknya rumah tangga atau keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah juga tak lepas dari peran utama seorang suami sebagai pemimpin atau imam keluarga. Suami yang baik adalah suami yang mampu membimbing istri dan anak-anaknya untuk selalu berada di jalan Allah SWT. Sebagaimana anjuran Baginda Rasulullah Muhammad SAW :
”Jika kalian “para suami” tidak menasehati mereka (para istri), maka mereka tetap dalam keadaan bengkok”
Pada hadits di atas ini menerangkan bahwa seorang istri tanpa bimbingan dari suami akan tetap dalam keadaan yang keliru atau salah, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa hakikat wanita yang diciptakan dari tulang rusuk yang tak lurus (bengkok) maka harus diluruskan dengan perlahan dan penuh keikhlasan yang dibarengi dengan kasih sayang. Perlakuan terhadap Perempuan tidak boleh terlalu dikerasi karena ia akan patah, sedangkan apabila dibiarkan tanpa ada bimbingan sama sekali maka ia pun akan rapuh.

4. Istri Yang Sabar

Seorang istri juga turut berperan dalam menempuh dan membangun Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah. Istri hendaknya harus senantiasa bersikap sabar dalam melayanani dan berbakti kepada suaminya. Seorang istri juga sangat dianjurkan dalam menasehati sang imam (suami) ketika ia berada di jalan yang salah. sebagaimana firman Allah SWT :
“Dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menepati kesabaran” (Al-Ashr: 3).
Sungguh betapa bahagianya sebuah keluarga apabalia suami-istri bisa saling berbagai membimbing satu sama lain.

5. Meningkatkan Kualitas Ibadah

Sebuah Rumah tangga atau Membina Keluarga sakinah Mawaddah Warahmah bisa ditempuh dengan cara meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT. Dengan selaulu berusaha Menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah SAW, Sholat tahajud di sepertiga malam, sholat dhuha di pagi hari sebelum beraktivitas, Sholat Taubat Sholat Hajat dan ibadah-ibadah sunnah lain sebagainya. Suami-istri yang senantiasa terus meningkatkan keimanan bersama-sama keluarga tercintanya, Inshaa-Allah akan dimudahkan segala urusannya sehingga Mempu meraih Keluarga Sakinah Mawaddah WaRahmah.






Sumber : mutiarapublic.com



via Bin Usrah

Sumber : Gengviral

Adab Berdoa, Supaya Doa Cepat Makbul



Saudaraku, Sahabat yang di rahmati Allah S.W.T.. Kalau sebelumnya Baginda Rasulullah S.A.W. memberikan penjelasan mengenai rahasia terkabulnya doa dari sisi waktunya, maka kali ini kepada Ali bin Abi Thalib, Baginda Rasulullah S.A.W. menyampaikan kunci terkabulnya doa dari sisi cara atau etikanya.
Perlu diketahui bahwa sebuah doa bisa cepat terkabul atau tidak, bahkan bisa bertolak atau tidak adalah dipengaruhi oleh etika kita kala memanjatkan doa kepada Allah S.W.T.. Memang Allah S.W.T. akan mengabulkan semua doa, tetapi ada doa-doa tertentu yang di khususkan oleh Allah S.W.T. daripada doa-doa yang lain. Dikhususkannya doa tersebut boleh jadi dalam bentuk tingkat kemaqbulannya lebih manjur ketimbang doa-doa biasa yang tidak dikhususkan oleh-Nya.
Sesuai dengan Wasiat Baginda Rasulullah S.A.W. kepada Ali bin Abi Thalib sebagaimana hadits di atas tersebut, dan juga hadits-hadits lain yang senada, setidak-tidaknya ada beberapa etika berdoa yang semestinya kita lakukan demi cepatnya pengabulan doa, yaitu :
  1. Berdoa harus ditujukan kepada Allah S.W.T., bukan kepada yang lain.
  2. Sebaiknya berdoa jangan langsung mengutarakan permohonannya/ hajatnya. Tetapi memulai doa dengan bacaan ta’awudz (A’udzubillahi mi nasysyaithanir rajiim), bacaan basamalah yang dilanjutkan dengan puji-pujian kepada Allah S.W.T, kemudian Sholawat kepada Baginda Rasulullah S.A.W..
  3. Pilihlah waktu-waktu tertentu yang dianggap sebagai waktu yang mulia, seperti misal; setelah sholat fardhu, waktu sahur, saat berpuasa, saat turun hujan, atau berdoa pada saat tengah, atau sepertiga malam sehabis sholat tahajjud, dan waktu-waktu tepat yang lainnya.
  4. Berdo’alah dengan posisi Menghadap Qiblat seraya mengangkat kedua tangan.
  5. Berprasangka baik kepada Allah S.W.T. dalam arti yakin bahwa doa yang dipanjatkan pasti akan dikabulkan.
  6. Berdoa dengan merendahkan diri dengan menyadari bahwa diri ini sangatlah lemah, bahkan kalau perlu menangislah kepada Allah S.W.T. (dalam doa tersebut), Berfokuslah dengan penuh khusuk semata-mata berharap hanya Ridho dari Allah S.W.T., serta takut akan murka Allah S.W.T.
  7. Melembutkan suara atau merendahkannya, terutama pada saat berdoa sendirian. Namun jika doa dilaksanakan secara berjama’ah doa boleh diucapkan dengan suara keras.
  8. Memohon dan berdoa kepada Allah S.W.T. terhadap hal-hal yang baik, dalam artian jangan sampai berdoa meminta sesuatu yang buruk.
  9. Menyampaikan doa dengan jelas. Dalam hal ini seorang harus mengerti maksud dan tujuan doa yang dipanjatkan tersebut, jangan sampai berdoa namun tidak mengerti maksud dari doa yang dipanjatkannya. Oleh karena itu boleh kita berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia atau menggunakan bahasa yang kita ketahui, namun paham/ mengerti maksud dari tujuannya, hal ini juga akan berpengaruh terhadap tingkat kekhusu’an kita dalm berdoa kepada Allah S.W.T..
  10. Mengulangi doa sampai tiga kali, atau bahkan berkali-kali (se-ikhlasnya) dan sesering mungkin. Ketika berdoa jangan sampai tergesa-gesa.
  11. Menutup doa dengan bacaan tahmid dan Sholawat kepada baginda Rasulullah Muhammad S.A.W., kemudia mengusap ke wajah dengan kedua telapak tangan.
  12. Setiap kali usai berdoa harus berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki diri dengan jalan bertaubat atas segala kesalahan yang pernah dilakukan (memperbanyak Istighfar).
Dari beberapa etika dalam berdoa seperti di atas, khusus pada point keempat, kepada Ali bin Abi Thalib, Baginda Rasulullah S.A.W. memberikan penjelasan secara terperinci. Baginda Rasulullah Muhammad S.A.W. memberikan pengajaran bahwa saat berdoa hendaklah kita menengadahkan kedua tangan; jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah. Ketinggian tangan saat berdoa adalah setinggi  dada dengan posisi telapak tangan menengadah. Ditambahkan lagi oleh Rasulullah S.A.W. bahwa pada posisi seperti itu hendaklah berisyarat dengan jari telunjuk yang kanan.

Semoga Artikel ini bermanfaat bagi seluruh Umat Muslim dan semoga Allah S.W.T selalu memberikan Ridho kepada kita semua. Aaamiiiin Ya Rabb !



Sumber : mutiarapublic.com


via Bin Usrah

Sumber : Gengviral

Doa Mustajab Agar Terhindar Dari Syirik


Ikhawatal Iman Rahimakumullah, ( Doa Mustajab Agar Terhindar Dari Syirik ) di jaman sekarang berbagai fenomena Kesyirikan telah menyebar di kalangan masyarakat kita. Banyak yang mengaku sok “Orang Pintar” yang katanya mampu mengetahui yang Ghaib dan banyak pula yang percaya dengan perkataan Orang Pintar tersebut. Tidak hanya itu, bertebaran  iklan-iklan di media online dan media cetak yang acapkali mempromosikan dan menawarkan jasa mereka tersebut, padahal mereka jauh dari Allah SWT, jauh dari syari’at sebagaimana yang baginda Rasulullah SAW ajarkan kepada seluruh Ummat-Nya. Bahkan mereka dengan lantangnya memamerkan seolah-olah mendapat ilham dan kekuatan atau kemampuan demi menggapai kesombongannya di depan masyarakat tanpa mereka malu sedikitpun kepada Allah SWT. Na’udzubillah… tsumma na’udzubillah….!
Sungguh hal demikian adalah merupakan siasat setan-setan terkutuk agar keturunan Adam terjerumus kepada jalan yang Sesat. Jalan dimana banyak kesyirikan yang menyelimuti hati dan fikiran mereka. padahal Allah SWT befirman ; 
“Katakanlah: “tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila (kapan) mereka akan dibangkitkan.”  (An-Naml: 65)
“Dia adalah Tuhan yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” (Al-Jin: 26-28).
Ikhawatal Iman Rahimakumullah, Kita mungkin saja terjerumus dalam masalah syirik tersebut, bisa dari beberapa faktor. Seperti misal; dari pihak keluarga terdekat kita, dari tetangga kita, dari sanak saudara dan sahabat kita yang bisa saja mereka itu mengajak kita menuju lembah kesyirikan dengan dalih mendatangi para dukun atau yang mengaku Sok “Orang Pintar” tersebut untuk meminta-minta sesuatu yang menjauhkan kita dari Rahmat Allah SWT. Berhati-hatilah karena hal demikian itu adalah Dosa, dan  kesyirikan itu niscaya Akan kekal berada di neraka jahannam. Oleh karena itu marilah bersama-sama kita selalu Ikhtiar dan Tawakkal kepada Allah SWT, dengan selalu berusaha dan berdo’a agar kita beserta keluarga anak cucu kita terhindar dari Syirik tersebut.

Ada Doa Mustajab Agar Terhindar Dari Syirik sebagaimana yang telah dipaparkan oleh para Alim Ulama’ Dari Golongan Ahlussunah Waljamaah, sebagai berikut :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

Allahumma inni a`udhu bika an ushrika bika wa ana a`lamu wa astaghfiruka lima la a`lamu

“Ya Allah! Sesungguhnya aku ber-lindung kepadaMu, agar tidak menyekutukan kepadaMu, sedang aku mengetahuinya dan minta ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui.”

Semoga Doa Mustajab tersebut bermanfaat bagi keimanan kita ! Aamiiiin…




Sumber : mutiarapublic.com


via Bin Usrah

Sumber : Gengviral

Tips Menghafal Al-Quran Dengan Mudah


Membiasakan diri membaca Al-Qur’an merupakan suatu kebajikan yang memang disukai oleh Allah SWT. Namun Alangkah lebih baik lagi bila selain membacanya kita juga mencoba untuk menghafalkanya. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan supaya lebih mudah dalam mempelajari ayat-ayat Allah.
Dalam sebuah buku yang dikarang oleh DR. Rajib Sirjani yang berjudul Kaifa Tahfadzul Qu’ran, beliau membuat beberapa garis besar pembahasan. Yang pertama ialah pembahasan yang bersifat primer dan yang satunya lagi bersifat sekunder.
Dalam pembahasan primer, beliau memberikan Sepuluh Rahasia Tips Menghafal Al-Quran Dengan Mudah dan Terbukti Efektif, diantaranya Sebagai Berikut :

1. Harus Ikhlas

Ini merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam melakukan hal apapun. Karena dengan ikhlas mengharap Ridha Allah maka hal apapun yang ia lakukan akan menjadi berkah. Sebaliknya bila kita melakukan sesuatu pekerjaan tanpa mengharap ridha Allah maka akan menjadi sia-sia belaka.

2. Tekad Kuat

Dengan keinginan dan tekad yang kuat maka kita akan dimudahkan oleh Allah dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an. Keinginan kuat akan membuat kita berusaha secara terus-menerus sehingga pada akhirnya membuatnya menjadi suatu kebiasaan yang baik.

3. Nilai Menghafal Al-Qur’an

Salah satu keutamaan bagi kita yang menghafal Al-Qur’an ialah hati menjadi tentram dan membuat semakin dekat dengan Allah. Ketika kita dapat mengerti mengenai nilai dari menghafal Al-Qur’an tentu kita akan semakin bersemangat.

4. Mengamalkan Hafalan

Salah satu tujuan kita dalam menghafal Al-Qur’an ialah bukan hanya untuk dihafalkan saja namun ketika kita menghafal ayat beserta artinya maka kita harus berusaha untuk mengamalkan apa yang telah dipelajari pada kehidupan sehari-hari. Mengamalkan hafalan akan membuat Allah memberikan pengetahuan yang belum kita ketahui sebelumnya.

5. Meninggalkan Dosa dan Maksiat

Semakin banyak kita berbuat dosa dan maksiat maka Allah akan menjauhkan hati kita terhadap cahaya Al-Qur’an. Dosa dan maksiat akan membuat hati keruh menghitam sehingga akan membuat kita lebih sulit dan lemah dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an.

6. Berdoa

Perbanyak Berdoa Ketika memiliki niat untuk menghafal Al-Qur’an dan Yakinlah bahwa ketika berdoa tersebut, Allah akan memberikan berkah-NYA. Dan tidak ada hal yang sia-sia dari sebuah doa. Akan lebih baik lagi ketika kita berdoa di waktu-waktu yang mustajab.

7. Memahami dengan Benar
Memahami arti dari sebuah ayat ternyata akan membuat kita lebih mudah dalam menghafal setiap ayat dalam Al-Qur’an tersebut, dan memahami arti tersebut akan mampu menambah kecintaan kita dalam menghafal Al-Quran tersebut.

8. Membaca Tajwid

Pelajarilah ilmu tajwid karena dengannya menghafal Al-Qu’ran akan lebih mudah. Selain itu ganjaran kebaikan akan lebih banyak.

9. Baca Berulang-ulang

Ketika kita membiasakan diri membaca Al-Qur’an secara rutin dan berulang-ulang akan membuat hafalan kita lebih kuat.

10. Membaca Dalam Shalat

Akan lebih baik jika ayat yang dihafalkan tersebut dipraktekkan langsung atau digunakan dalam setiap kali kita melaksanakan shalat wajib maupun sholat sunnah.



Sumber : mutiarapublic.com


via Bin Usrah

Sumber : Gengviral

Cara Menjadi Orang yang Baik dan Sabar



Yang pertama Cara Menjadi Orang yang Baik dan Sabar adalah kita harus memahami, apa itu baik dan apa itu sabar. Jika kita tidak mengetahuinya, bagaimana akan menjadi baik atau sabar?
Saya sudah membahas tentang shabar melalui berbagai artikel yang pernah saya tulis. Jika Anda serius ingin menjadi shabar, yuk kita pelajari dulu tentang shabar dengan membaca artikel-artikel berikut:
Pada dasarnya makna sabar itu adalah tetap pada kebenaran (seharusnya) atau tidak mengikuti hawa nafsu. Sabar saat berperang (yang seharusnya ikut bertempur) berbeda dengan sabar saat ada amarah (tetap bersifat lembut). Jadi shabar itu tergantung kondisinya.
Jika Anda tidak memahami makna sabar, bagaimana Anda bisa sabar. Saat agama dihina atau diancam, Anda diam saja dengan alasan sabar. Sementara tersinggung sedikit sama saudara seiman, marah-marah.
Lalu apa yang disebut orang baik?
Baik tidaknya sesuatu harus ada parameter yang jelas. Apa parameternya orang disebut baik? Sebagai umat Islam, parameternya adalah Al Quran dan Hadist. Kita tidak bisa menyebut seseorang itu baik jika dia sendiri tidak mengimani Al Quran dan Hadist.
Dan, jika seseorang mengimani Al Quran dan Hadist, pastinya dia akan masuk agama Islam. Ini logika sederhana.
Jadi jika kita ingin menjadi orang baik, kita harus memahami apa isi Al Quran dan Hadist yang pada dasarnya adalah ajaran agama Islam. Kita belajar memahaminya tiada lain dari para ulama yang benar-benar mengamalkan Al Quran dan Hadist sertam memberikan nasihat juga berdasarkan keduanya.
Jadi orang baik itu bisa dikatakan orang yang bertaqwa, yang mengikuti perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang Allah. Orang yang takut kepada Allah dan hidupnya hati-hati agar tidak melanggaran aturan Allah.

Cara Menjadi Orang Baik

Dengan demikian, menjadi orang baik adalah dengan memahami ajaran Islam seutuhnya kemudian kita berusaha mengamalkan semuanya.
Orang yang melaksanakan solat itu baik. Namun tidak cukup hanya solat saja. Rukun Islam saja ada 5. Belum lagi kewajiban dalam berjihad dan berdakwah serta menjalan berbagai aturan hidup lainnya.
Orang yang tidak mabok belum tentu baik. Jika mau termasuk menjadi orang baik, jangan mabok (juga hal lain yang diharamkan) dan menjalankan perintah agama berupa ibadah, baik ibadah mahdhoh maupun ghairu mahdhoh.
Orang baik itu ibadah ritualnya rajin, keimanannya tinggi, akhlaqnya baik. Juga tidak melanggar rambu-rambu agama dalam bermuamalah.
Intinya, orang yang mengikuti ajaran Islam secara syumul (menyeluruh) adalah kriteria orang baik.
Apakah saya sudah menjadi orang baik? Haduh … malu. Hanya orang yang sama dengan Anda, orang yang sama-sama ingin menjadi orang baik. Mungkin saja, Anda lebih baik dari saya.

Cara Menjadi Orang Sabar

Setelah kita memahami apa definisi sabar, maka mulailah kita berusaha menerapkan shabar. Misalnya, jika ada orang marah kepada kita atau dia memancing kemarahan kita, berusahalah untuk sabar dengan tidak balik marah dan bersikap lembut.
Awalnya akan susah, apalagi jika kita sebelumnya suka marah. Kadang secara sepontan kita akan marah. Awal-awal tentu akan sulit menahan diri. Namun tetap bisa diperbaiki.
Saat sudah kelepasan marah misalnya, mohon ampun dan istighfar. Rasulullah SAW sudah mengajarkan kepada kita saat kita terpancaing marah.
Berikut adalah tips jika kita marah yang saya kutip dari website Hidayatullah.
  1. Membaca Ta’awwudz. Rasulullah bersabda “Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A’udzu billah minasy syaithaanir rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).” (HR. Bukhari Muslim).
  2. Berwudhu. Rasulullah bersabda, “Kemarahan itu dari setan, sedangkan setan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudhulah.” (HR. Abu Dawud).
  3. Mengubah posisi. Dalam sebuah hadits dikatakan, “Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah.” (HR. Abu Dawud).
  4. Diam. Dalam sebuah hadits dikatakan, “Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah.” (HR. Ahmad).
  5. Bersujud, artinya solat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuah hadits dikatakan “Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).” (HR. Tirmidzi).
Lalu bagaimana dengan istighfar? Jika kita sudah kelepasan marah sambil melakukan dosa, maka mohon ampunlah salah satunya dengan istighfar dan berhenti berbuat dosanya. Sering kali, salah kaprah, menggunakan kalimat istighfar sebagai ucapan marah.
Jika kita beristighfar sebelum marah, maka harusnya marah tidak jadi. Jika dilakukan setelah marah, maka marah kita harusnya segera berhenti.
Tentu yang terbaik itu bukan hanya bisa meredakan marah. Meredakan marah jika itu sudah terlanjur. Bagusnya adalah kita sudah bisa mengendalikan hawa nafsu. Itulah ciri orang kuat.
“Orang yang kuat adalah orang yang sanggup mengendalikan hawa nafsunya ketika marah.” (HR. Muslim).
Mengendalikan hawa nafsu artinya kita bisa menahan diri dari apa yang diinginkan syaithan dan hawa nafsu seperti berbicara keras, memaki, menghina, mencaci, bahkan tidak jarang sampai ke fisik seperti memukul.
Bagaimana itu semua bisa kita miliki?
Caranya mulai dari sekarang latihan.
Ada beberapa tips bagaimana kita bersabar saat marah:
  • Saat marah, cepat redakan dengan 5 cara diatas. Jangan mengikutinya. Jika kita mengikuti kemarahan kita, maka secara fisik dan hati, kita akan terbiasa marah. Jadi jangan membiasakan marah agar tidak menjadi pemarah.
  • Rajin merenung dan mengingat bahwa kehadiran orang lain (termasuk yang membuat kita marah) adalah ujian bagi kita agar kita menjadi lebih baik. Jika kita marah, artinya kita telah gagal.
  • Rajin memaafkan orang lain termasuk yang biasa membuat kita marah. Agar emosi kita tidak menumpuk dan masih mudah dikendalikan.
  • Rajin berdzikir dan membaca Al Quran agar hati kita tenang serta lembut. Orang tenang relatif tidak mudah marah.
  • Kadang saya suka memvisualisasikan diri sedang dimarahi orang lain dan saya menyikapi dengan tenang. Ini berhasil.
Semakin kita melatih dan membiasakan, akan semakin mudah kita mengendalikan amarah.
OK, kita baru membahas sabar dalam marah. Ini adalah salah contoh dan sering kita hadapi dalam kehidupan sehari hari. Tentu masih ada bentuk-bentuk keshabaran lainnya yang belum dibahas disini.
Namun saya mengetahui kuncinya untuk segala keshabaran, yaitu khusyu’.
Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu dan sungguh ini perkara besar, kecuali untuk orang-orang yang khusyu’, (Yaitu) orang – orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya,” (QS. al-Baqarah [2]: 45 – 46).”
Perhatikan sabar dan solat itu perkara besar atau sulit, kecuali bagi orang yang khusyu’. Jadi bagi orang yang khusyu’, solat dan sabar itu mudah. Orang yang khusyu’ adalah orang-orang yang meyakini akan menemui dan kembali kepada Allah.
Jadi kunci keshabaran adalah tanamkan dalam diri, ingat selalu, bahwa kita akan kembali menghadap-Nya. Jika kita masih kesulitan shabar, mungkin kita sering lupa bahwa kita akan kembali kepada-Nya. Intinya kurang dzikir.
Semoga pembahasan Cara Menjadi Orang yang Baik dan Sabar bermanfaat bagi Anda. Jika ada kesalahan itu dari kesalahan saya pribadi, yang benar tentu datang dari Allah.


Sumber : motivasi-islami.com


via Bin Usrah

Sumber : Gengviral